Daurah Al-Qur’an Bersama Syaikh Deyab Mohammed di PTPM Al Huda Cawan

Cawan, 22 November 2025 Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti kompleks Pondok Tahfizh Pesantren Modern (PTPM) Al Huda, Cawan, pada hari Sabtu, 22 November 2025. menghadirkan narasumber istimewa, Syaikh Deyab Mohammed dari Mesir.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memperkuat pemahaman dan praktik pembacaan Al-Qur’an para peserta sesuai riwayat yang sahih.

Fokus Materi dan Sesi Praktik Intensif

Daurah ini berfokus pada:
Tinjauan Mendalam Ilmu Tajwid: Khususnya pada hukum-hukum yang sering menjadi kekeliruan, seperti sifat-sifat huruf dan kaidah waqaf (berhenti) dan ibtida’ (memulai) dalam pembacaan.

Koreksi Bacaan : Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk membacakan ayat di hadapan Syaikh untuk dikoreksi langsung. Sesi ini menjadi momen yang paling berharga karena kesalahan kecil dapat diperbaiki segera.

Santri PTPM Al-Huda Cawan Ikut Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025

Semarang (20/11) – Ratusan santri dari 42 ma’had tahfidz Al-Qur’an se-Indonesia, termasuk perwakilan dari PTPM Al-Huda Cawas Klaten, memadati Bumi Perkemahan Spekta Merbabu, Gondang, Getasan, Semarang, dalam agenda akbar Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Maahid dan Madaris Qur’an Indonesia (FORMAQIN) ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (18/11) hingga Kamis (20/11) 2025, sebagai wadah untuk memperkuat persatuan dan membangun karakter santri penghafal Al-Qur’an.

🤝 Momentum Penguatan Ukhuwah dan Karakter
Mengusung tema besar “Kolaborasi Santri Untuk Negeri”, Jambore Ukhuwah ini bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan sebuah ruang tempa yang fokus pada pembentukan karakter dan pengokohan ikatan persaudaraan (ukhuwah billah).

Dalam sambutannya, Dewan Pembina FORMAQIN, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir atau akrab disapa Ustadz Iim, menegaskan bahwa berkumpulnya para santri adalah dalam rangka amal kebaikan. Beliau menekankan pentingnya meluruskan niat agar seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari tantangan fisik hingga sesi materi, bernilai ibadah.

“Kita berkumpul di tempat ini bukan untuk bermain-main, tetapi untuk melakukan amal kebaikan… Pertemuan ini mempertemukan para pejuang Al-Qur’an dalam bingkai ukhuwah billah, demi mengikat hati para santri agar semakin kokoh di jalan dakwah,” ujar Ustadz Iim.

🌐 Peran Strategis Santri dalam Pembangunan Negeri
Ustadz Iim juga menyoroti peran strategis santri dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, kolaborasi antar-santri adalah modal penting untuk membangun kekuatan jamaah dan kesatuan hati.
Indonesia adalah amanah yang diperjuangkan para ulama, syuhada, dan santri terdahulu, sehingga generasi hari ini harus menjaganya dan menjadikan negeri ini kondusif bagi ibadah.

Berbagai tantangan dan latihan yang disajikan dalam Jambore selama tiga hari, seperti outbond dan focus group discussion, dirancang sebagai media untuk membangun kebersamaan, kepemimpinan, dan memperluas jaringan ukhuwah. Peserta diajak untuk berinteraksi, memecahkan masalah bersama, dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

📝 PTPM Al-Huda dan Kontribusi Ma’had Tahfidz
Keikutsertaan PTPM Al-Huda Cawas Klaten bersama 41 ma’had tahfidz Al-Qur’an lainnya menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi. Total lebih dari 600 santri terlibat aktif dalam kegiatan ini. Keterlibatan puluhan lembaga ini menegaskan komitmen FORMAQIN untuk menyatukan visi dan misi lembaga-lembaga tahfidz dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang kuat secara spiritual, intelektual, dan fisik.

Penutupan Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 pada Kamis (20/11) ditandai dengan harapan agar para santri dapat membawa pulang semangat ukhuwah dan nilai-nilai yang didapat, serta imbauan kepada pondok pesantren untuk terus memperkuat tarbiyah jasadiyah (pembinaan fisik) bagi para santri.

Belajar Tajwid Bersama Syeikh Diyab Mohamed Ar Rifai Al Hafidz dari Mesir

Saatnya Belajar Tajwid Langsung dari Pakarnya dalam:

KURSUS TAJWID

✅✅Anda guru TPQ? Guru Al-Qur’an? santri yang sedang belajar Al-Qur’an?
Atau seorang yang harus ilmu Al-Qur’an ? Dan atau Ingin ibu rumah tangga yang ingin menambah pengetahuan tentang ilmu Tajwid?

✅✅Mari ikuti Belajar Ilmu Tajwid langsung Bersama Pakarnya:
6 jam bersama syeikh
Deyab Mohamed Ar rifai Al hafidz

👳 Syeikh Diyab Mohamed Ar Rifai Al Hafidz
🔒 Masyaikh Langsung dari Mesir.
🔒 Ahli Ilmu Qiraat & Ulumul Quran alumni Al Azhar
🔒Master serta Peneliti Ilmu Al-Quran & Tafsir di Sohag University Mesir.

Memiliki pengalaman membina puluhan cabang pendidikan Al-Qur’an selama 24 tahun pada institut beliau Al-Qur’an Al Hafidz dan telah mengijazahkan lebih dari 300 guru Al-Qur’an yang mutqin Al-Qur’an hafal Al-Quran.
🔒Penulis Kitab Al-Muyassar Fi Al-Tajweed.
Akan hadir berkeliling safari di Jateng, Bali, lombok, Sumbawa.

Dari tanggal 20 November hingga 15 Desember 2025

Dalam rangka kunjungan beliau ke lembaga binaan sebelum nya melanjutkan pelatihan pelatihan beliau sebelumnya dengan materi terdiri :

  1. Pembahasan surat surat juz amma dari Annas hingga al Balad terkait penerapan tajweed makhrojul huruf dan atau artikulasi modul 1 dan 2
  2. Murojaah dan setoran hafalan Al-Quran mulai di juz 30 para peserta sebelumnya.
  3. Metode mengajarkan tajweed pada anak

Fasilitas :
🗣Ilmu dan praktik
📋Sertifikat. Pelatihan dan sertifikat hasil uji 1 kali duduk 1 juz Amma (juz 30)
🛎Coffee Break & Snack
🌠Infaq pembelajaran : Rp 100.000/ Peserta
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi
contact person 0877 5414 4147 ( Ust. Amir)

Atlit Horseback Archery PTPM Al-Huda Cawan Juara 1 di Boyolali

Boyolali — Beberapa santri PTPM Al Huda Cawan kembali menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi dalam dunia olahraga berkuda. Mereka turut berpartisipasi dalam event HBA Circle yang diselenggarakan oleh Pordasi Boyolali, sebuah ajang yang diikuti oleh para atlet muda berbakat dari berbagai tempat. 16/11.

Dalam kompetisi yang berlangsung penuh sportivitas dan ketegangan yang diselenggarakan di PPTQ Ubay bin Ka’ab Boyolali, para santri tampil dengan percaya diri, menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mengendalikan kuda, menjaga ritme, serta melintasi lintasan dengan fokus yang kuat.

Alhamdulillah, salah satu santri Muhammad Najih Ibrahim berhasil meraih Juara 1, sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi bukti bahwa latihan rutin, kedisiplinan, serta dukungan para pelatih dan rekan-rekan tidak pernah sia-sia. Prestasi ini juga menambah deretan keberhasilan PTPM Al Huda Cawan dalam dunia olahraga berkuda.

Atlet PTPM Al Huda Cawan Sukses di Seleksi Jurnas ke Bromo

Atlet dari PTPM Al Huda Cawan Hammas syauqi syahid kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Seleksi Kejurnas yang diselenggarakan oleh PORDASI Pusat di Ditnya Horse Land,salah satu atlet terbaik PTPM Al Huda berhasil menunjukkan performa gemilang dan mengharumkan nama daerah.

Dengan persiapan yang matang dan kerja keras yang konsisten, Hammas syauqi syahid mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya, alhamdulillah berhasil meraih Juara 1 kategori Indonesian Style, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan besar bagi PTPM Al Huda Cawan.

Prestasi ini semakin lengkap dengan diperolehnya tiket berangkat gratis ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai bentuk apresiasi atas kemenangan tersebut.

Kesuksesan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dan latihan yang disiplin mampu membawa atlet mencapai level tertinggi di kancah nasional.

Tahun Depan PTPM Al-Huda Cawan Buka Jenjang SMP Putra dan Putri

PTPM Al-Huda Cawan insya Allah tahun depan akan membuka kelas baru jenjang SMP/ Mts untuk putra dan putri. target 25 santri putra dan 25 santri putri mengawali tahun ajaran baru 2026/2027.

Sarana Prasarana sudah disiapkan untuk menyambut santri baru, untuk santri MTs putra di gedung 1 atau gedung utama yang terletak di Cawan Timur dan untuk santri Putri akan ditetapkan di gedung 2 atau gedung baru yang terletak di Cawan barat.

Jenjang SMP ini dibuka untuk melengkapi kebutuhan pendidikan yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan & Dakwah Islam Al-Huda Cawan yang sebelumnya sudah ada jenjang MI dan SMA. dengan dibukanya jenjang SMP, maka struktur pendidikan di Yayasan yang berdiri sejak 1975 ini telah lengkap di semua jenjang.

di PTPM Al-Huda Cawan selain telah menyiapkan gedung juga memiliki fasilitas seperti area memanah dan berkuda (Stable), kedepan gedung olahraga sedang dalam proses perencanaan. Selain menghafal dan pendidikan akademik, santri Al-Huda Cawan juga dapat memilih minat dan bakat serta ketrampilan yang telah disiapkan seperti Klub Sepak Bola, Klub Futsal, Memanah dan Berkuda, Santri Pecinta Alama (Sahupala) dan kegiatan lainnya.

Prestasi membanggakan pernah diraih dalam berbagai ajang kompetisi berkuda, baik skala daerah, propinsi dan Nasional dengan menjuarai 5 kelas horsebag archery dengan menyabet 4 medali emas dan 1 perunggu di ajang PON 2024 di Aceh.

Belajar Berani dari Abdullah Bin Umar

Perang Khandak berkecamuk saat putra Umar bin Khattab ini genap berusia 15 tahun. Nama isimnya Abdullah. Sedang kuniyahnya adalah Ibnu Umar. Berjihad di jalan Allah bersama Rasul tercinta adalah impiannya semenjak kecil.

Sebagaimana sahabat Rasul yang lain, ia pun mendaftarkan diri sebagai bagian dari mujahid Khandak. Sejak itu, Ibnu Umar tak pernah absen dalam berbagai pertempuran dalam rangka meninggikan kalimat Allah.

Kelembutan dan zuhudnya Abdullah bin Umar terhadap dunia nampaknya sangat dipengaruhi oleh karakter sang ayah. Disaat kaum muslimin sedang berada pada masa jaya-jayanya, mulai nampak perubahan poros hidup umat muslim ke arah materi. Sehingga para sahabat terkemuka memiliki tanggung jawab dengan menjadi teladan dalam gaya hidup yang shalih, zuhud, dan jauh dari kedudukan yang tinggi. Termasuk di antaranya Abdullah bin Umar.

Adalah biasa saat ia duduk-duduk bersama temannya, ia membacakan Al-Qur’an, lalu bacaannya terhenti, lalu berlinang air matanya. Tangisnya mengalir deras hingga membasahi janggutnya. Ia juga sering memejamkan mata, lantas tertangis saat melewati tempat-tempat yang biasa Rasul singgahi di Makkah dan Madinah, karena cintanya yang amat sangat pada baginda.

Kedermawanannya nampak saat ia menerima hadiah 4000 dirham dari baitul mal, ia bagikan langsung harta itu pada para orang-orang miskin, hingga ia sendiri harus berutang keesokan harinya untuk keperluan membeli makan.

Namun demikian, di balik kelembutan hati seorang Ibnu Umar, tersimpan keberanian (syaja’ah) sekeras karang. Ia adalah orang yang selalu bergairah pada panggilan-panggilan jihad. Ia adalah yang paling keras penentangannya pada penguasa yang lalim.

Ia yang berani menginterupsi pidato Hajjaj bin Yusuf, gubernur Hijaz pada masa Yazid, yang tangannya berlumur darah orang tak bersalah. Peristiwa yang mengantarkannya pada kematian akibat tikaman utusan Hajjaj.

Keberanian Abdullah bin Umar juga nampak dalam peristiwa, ketika kafilah dagangnya terhalang seekor singa, yang turut menghalangi orang-orang lain dalam perjalanan. Ia turun dari untanya, lantas berjalan ke arah singa itu.

Tak sedikit pun rasa takut mencegahnya mendekati binatang buas ini. Di jarak yang sangat dekat itu, Ibnu Umar menggosok telinga sang singa, seolah-olah ia sedang bernegosiasi. Tak lama kemudian menyingkirlah singa itu dari tengah jalan.

Abdullah bin Umar mengatakan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia hanya takut kepada Allah, maka tidak ada hal lain yang bisa menguasainya.”

Hal ini juga dinyatakan dalam kitab Risalatal-Qusyairiyyah, “Sesungguhnya yang menguasai manusia adalah sesuatu yang menakutkannya. Jika manusia hanya takut kepada Allah, maka tak ada apa pun yang mampu menguasainya.”

Subhanallah. Allahu Akbar.

Karakter ini yang membuat namanya harum. Begitu disegani baik oleh kawan maupun lawan.

Oleh kawan, terbukti beberapa kali ia diminta orang-orang Madinah menjadi Khalifah pengganti Utsman bin Affan. Bahkan di masa Khalifah Utsman, sang khalifah menawarkan jabatan qadhi/hakim kepad Ibnu Umar karena kejujuran dan keluasan pengetahuannya. Namun Ibnu Umar enggan menerima jabatan itu.

Oleh lawan, tercatat pesan Muawiyah kepada anaknya, Yazid, yang telah ia tunjuk sebagai putra mahkota, tentang tiga orang Madinah yang perlu ditakuti. Salah satu dari tiga orang itu ialah Abdullah bin Umar.

Ibnu Umar tak memiliki jabatan yang tinggi, hartanya tak melimpah-limpah, namun keberaniannya tak ada yang menandingi. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kekuasaan, ketinggian, kedudukan di mata manusia tak identik dengan keberanian.

ustru orang lemah, tak berkedudukan, bukan siapa-siapa, memiliki keberanian yang besar, sebab keyakinan yang besar pada pertolongan Allah.

Saat senior angkatan merasa berhak membentak-bentak junior. Kata-kata kotor meluncur dari lisan mereka untuk merendahkan manusia yang belum tentu juga lebih rendah dari mereka. Kelakuan buruk mereka tampakkan untuk sesuatu yang mereka sebut keakraban.

Apa hanya karena lebih dahulu di dalam angkatan lalu kita boleh berlaku semena? Keberanian macam apa yang sedang mereka tampakkan?

Keberanian sesungguhnya datang dari Allah. Orang-orang terlihat berani karena menentang Allah sesungguhnya tidak memiliki pelindung. Bagaimana ia dikatakan berani, sementara yang menguasai dirinya sendiri, yang menguasai alam semesta ini, sedang ia tentang?

Karena itu, saudara, tak perlu takut pada mereka. Hormati sekadarnya sebagaimana kita menghormati orang lain. Tak perlu berlebihan kepada mereka yang mereka sendiri sedang melucuti kehormatannya.

Takutlah kepada Allah, bila bentakan senior malah melalaikanmu dari shalat. Takutlah kepada Allah, bila peraturan-peraturan itu membuatmu abai dari perintah berhijab. Takutlah kepada Allah, jika perintah-perintah manusia memaksa dirimu untuk bermaksiat. Takutlah, niscaya Allah beri keberanian, yang tak tercabut bahkan oleh badai topan.

Wallahu a’lam bishowab

Ridwan Taufik K, penulis adalah Aktivis Islam di Yogya

 

 

Pembangunan Tempat Wudhu Masjid Al-Huda Cawan Tahap Finishing

Pembangunan tempat wudhu dan toilet masjid Al-Huda Cawan masuk dalam tahap akhir, diperkirakan akhir bulan November pembangunan selesai dan segera dipergunakan.

Pembangunan yang terdiri dari 2 kamar mandi Ikhwan dan 2 kamar mandi akhwat serta tempat wudhu ini diperkirakan menghabiskan anggaran sembilan puluh lima jutaan.

sampai berita ini dimuat 30/10, pembangunan dalam proses pengecatan, pemasangan keramik jalan masuk dan pembuatan taman (mini taman) didepan area tempat wudhu. menurut Bapak Sriyanto selaku pengurus YAPDI Al-Huda saat meninjau proses pembangunan menyatakan bahwa Pembangunan sesuai dengan target dan gambar yang direncanakan oleh Panitia Pembangunan (Takmir Masjid Al-Huda Cawan) diharapkan adanya tempat wudhu yang baru ini bisa meningkatkan kenyamanan serta menambah kemakmuran masjid.

PTPM Al-Huda Cawan ikut Horsebag Archery Championship 2025

Dari pesantren menuju gelanggang,
semoga langkah dan bidikan penuh keberkahan 🌿

Selamat bertanding untuk Muhammad Najih Ibrahim
di Santri Horseback Archery Championships 2025 – Menteri Agama Cup.
Semoga dimudahkan dan meraih hasil terbaik 🤲

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📞 Info dan Pendaftaran :
Ust. Dimas – 082216470712
Ust. Yusuf – 081259558112