Tahun Depan PTPM Al-Huda Cawan Buka Jenjang SMP Putra dan Putri

PTPM Al-Huda Cawan insya Allah tahun depan akan membuka kelas baru jenjang SMP/ Mts untuk putra dan putri. target 25 santri putra dan 25 santri putri mengawali tahun ajaran baru 2026/2027.

Sarana Prasarana sudah disiapkan untuk menyambut santri baru, untuk santri MTs putra di gedung 1 atau gedung utama yang terletak di Cawan Timur dan untuk santri Putri akan ditetapkan di gedung 2 atau gedung baru yang terletak di Cawan barat.

Jenjang SMP ini dibuka untuk melengkapi kebutuhan pendidikan yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan & Dakwah Islam Al-Huda Cawan yang sebelumnya sudah ada jenjang MI dan SMA. dengan dibukanya jenjang SMP, maka struktur pendidikan di Yayasan yang berdiri sejak 1975 ini telah lengkap di semua jenjang.

di PTPM Al-Huda Cawan selain telah menyiapkan gedung juga memiliki fasilitas seperti area memanah dan berkuda (Stable), kedepan gedung olahraga sedang dalam proses perencanaan. Selain menghafal dan pendidikan akademik, santri Al-Huda Cawan juga dapat memilih minat dan bakat serta ketrampilan yang telah disiapkan seperti Klub Sepak Bola, Klub Futsal, Memanah dan Berkuda, Santri Pecinta Alama (Sahupala) dan kegiatan lainnya.

Prestasi membanggakan pernah diraih dalam berbagai ajang kompetisi berkuda, baik skala daerah, propinsi dan Nasional dengan menjuarai 5 kelas horsebag archery dengan menyabet 4 medali emas dan 1 perunggu di ajang PON 2024 di Aceh.

Belajar Berani dari Abdullah Bin Umar

Perang Khandak berkecamuk saat putra Umar bin Khattab ini genap berusia 15 tahun. Nama isimnya Abdullah. Sedang kuniyahnya adalah Ibnu Umar. Berjihad di jalan Allah bersama Rasul tercinta adalah impiannya semenjak kecil.

Sebagaimana sahabat Rasul yang lain, ia pun mendaftarkan diri sebagai bagian dari mujahid Khandak. Sejak itu, Ibnu Umar tak pernah absen dalam berbagai pertempuran dalam rangka meninggikan kalimat Allah.

Kelembutan dan zuhudnya Abdullah bin Umar terhadap dunia nampaknya sangat dipengaruhi oleh karakter sang ayah. Disaat kaum muslimin sedang berada pada masa jaya-jayanya, mulai nampak perubahan poros hidup umat muslim ke arah materi. Sehingga para sahabat terkemuka memiliki tanggung jawab dengan menjadi teladan dalam gaya hidup yang shalih, zuhud, dan jauh dari kedudukan yang tinggi. Termasuk di antaranya Abdullah bin Umar.

Adalah biasa saat ia duduk-duduk bersama temannya, ia membacakan Al-Qur’an, lalu bacaannya terhenti, lalu berlinang air matanya. Tangisnya mengalir deras hingga membasahi janggutnya. Ia juga sering memejamkan mata, lantas tertangis saat melewati tempat-tempat yang biasa Rasul singgahi di Makkah dan Madinah, karena cintanya yang amat sangat pada baginda.

Kedermawanannya nampak saat ia menerima hadiah 4000 dirham dari baitul mal, ia bagikan langsung harta itu pada para orang-orang miskin, hingga ia sendiri harus berutang keesokan harinya untuk keperluan membeli makan.

Namun demikian, di balik kelembutan hati seorang Ibnu Umar, tersimpan keberanian (syaja’ah) sekeras karang. Ia adalah orang yang selalu bergairah pada panggilan-panggilan jihad. Ia adalah yang paling keras penentangannya pada penguasa yang lalim.

Ia yang berani menginterupsi pidato Hajjaj bin Yusuf, gubernur Hijaz pada masa Yazid, yang tangannya berlumur darah orang tak bersalah. Peristiwa yang mengantarkannya pada kematian akibat tikaman utusan Hajjaj.

Keberanian Abdullah bin Umar juga nampak dalam peristiwa, ketika kafilah dagangnya terhalang seekor singa, yang turut menghalangi orang-orang lain dalam perjalanan. Ia turun dari untanya, lantas berjalan ke arah singa itu.

Tak sedikit pun rasa takut mencegahnya mendekati binatang buas ini. Di jarak yang sangat dekat itu, Ibnu Umar menggosok telinga sang singa, seolah-olah ia sedang bernegosiasi. Tak lama kemudian menyingkirlah singa itu dari tengah jalan.

Abdullah bin Umar mengatakan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia hanya takut kepada Allah, maka tidak ada hal lain yang bisa menguasainya.”

Hal ini juga dinyatakan dalam kitab Risalatal-Qusyairiyyah, “Sesungguhnya yang menguasai manusia adalah sesuatu yang menakutkannya. Jika manusia hanya takut kepada Allah, maka tak ada apa pun yang mampu menguasainya.”

Subhanallah. Allahu Akbar.

Karakter ini yang membuat namanya harum. Begitu disegani baik oleh kawan maupun lawan.

Oleh kawan, terbukti beberapa kali ia diminta orang-orang Madinah menjadi Khalifah pengganti Utsman bin Affan. Bahkan di masa Khalifah Utsman, sang khalifah menawarkan jabatan qadhi/hakim kepad Ibnu Umar karena kejujuran dan keluasan pengetahuannya. Namun Ibnu Umar enggan menerima jabatan itu.

Oleh lawan, tercatat pesan Muawiyah kepada anaknya, Yazid, yang telah ia tunjuk sebagai putra mahkota, tentang tiga orang Madinah yang perlu ditakuti. Salah satu dari tiga orang itu ialah Abdullah bin Umar.

Ibnu Umar tak memiliki jabatan yang tinggi, hartanya tak melimpah-limpah, namun keberaniannya tak ada yang menandingi. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kekuasaan, ketinggian, kedudukan di mata manusia tak identik dengan keberanian.

ustru orang lemah, tak berkedudukan, bukan siapa-siapa, memiliki keberanian yang besar, sebab keyakinan yang besar pada pertolongan Allah.

Saat senior angkatan merasa berhak membentak-bentak junior. Kata-kata kotor meluncur dari lisan mereka untuk merendahkan manusia yang belum tentu juga lebih rendah dari mereka. Kelakuan buruk mereka tampakkan untuk sesuatu yang mereka sebut keakraban.

Apa hanya karena lebih dahulu di dalam angkatan lalu kita boleh berlaku semena? Keberanian macam apa yang sedang mereka tampakkan?

Keberanian sesungguhnya datang dari Allah. Orang-orang terlihat berani karena menentang Allah sesungguhnya tidak memiliki pelindung. Bagaimana ia dikatakan berani, sementara yang menguasai dirinya sendiri, yang menguasai alam semesta ini, sedang ia tentang?

Karena itu, saudara, tak perlu takut pada mereka. Hormati sekadarnya sebagaimana kita menghormati orang lain. Tak perlu berlebihan kepada mereka yang mereka sendiri sedang melucuti kehormatannya.

Takutlah kepada Allah, bila bentakan senior malah melalaikanmu dari shalat. Takutlah kepada Allah, bila peraturan-peraturan itu membuatmu abai dari perintah berhijab. Takutlah kepada Allah, jika perintah-perintah manusia memaksa dirimu untuk bermaksiat. Takutlah, niscaya Allah beri keberanian, yang tak tercabut bahkan oleh badai topan.

Wallahu a’lam bishowab

Ridwan Taufik K, penulis adalah Aktivis Islam di Yogya

 

 

Pembangunan Tempat Wudhu Masjid Al-Huda Cawan Tahap Finishing

Pembangunan tempat wudhu dan toilet masjid Al-Huda Cawan masuk dalam tahap akhir, diperkirakan akhir bulan November pembangunan selesai dan segera dipergunakan.

Pembangunan yang terdiri dari 2 kamar mandi Ikhwan dan 2 kamar mandi akhwat serta tempat wudhu ini diperkirakan menghabiskan anggaran sembilan puluh lima jutaan.

sampai berita ini dimuat 30/10, pembangunan dalam proses pengecatan, pemasangan keramik jalan masuk dan pembuatan taman (mini taman) didepan area tempat wudhu. menurut Bapak Sriyanto selaku pengurus YAPDI Al-Huda saat meninjau proses pembangunan menyatakan bahwa Pembangunan sesuai dengan target dan gambar yang direncanakan oleh Panitia Pembangunan (Takmir Masjid Al-Huda Cawan) diharapkan adanya tempat wudhu yang baru ini bisa meningkatkan kenyamanan serta menambah kemakmuran masjid.

PTPM Al-Huda Cawan ikut Horsebag Archery Championship 2025

Dari pesantren menuju gelanggang,
semoga langkah dan bidikan penuh keberkahan 🌿

Selamat bertanding untuk Muhammad Najih Ibrahim
di Santri Horseback Archery Championships 2025 – Menteri Agama Cup.
Semoga dimudahkan dan meraih hasil terbaik 🤲

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📞 Info dan Pendaftaran :
Ust. Dimas – 082216470712
Ust. Yusuf – 081259558112